KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ilahirobi yang telah memberikan rahmat dan nikmatnya kepada kita, terutama nikmat iman dan islam juga yang telah meridoi pada kami untuk dapat menyelesaikan laporan kegiatan “ Lailatul Tafakur Alam “.
Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan kita nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari lembah kegelapan menuju cahaya islam yang terang benderang. Serta kepada para sohabatnya, keluarganya, dan sampailah kepada kita selaku umatnya.
Di dalam laporan ini kami mencoba menjelaskan seluk beluk kegiatan yang telah kami susun. Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran supaya laporan yang akan datang akan lebih baik lagi.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb
Tasikmalaya, 29 Agustus 2007
TAFAKKUR
Tafakur artinya kegiatan berfikir, memikirkan atau merenungi secara mendalam. Tafakur berarti bagaimana kita sebagai hamba Allah selalu memikirkan, merenungi akan kekuasaan Allah yang meliputi langit bumi beserta seluruh ciptaan-Nya ini, tidak hanya melalui akal semata tetapi juga disertai dengan zikir & fikir dihati.
Bertafakur bukanlah berkhayal dan berangan-angan kosong, bukan memikirkan keduniaan yang tak pernah habis. Tapi mengarahkan kita untuk memikirkan semua fenomena alam dan kaitannya dengan keimanan. Itulah tafakur yang akan mempunyai pengaruh pada kebersihan hati. Tafakur adalah berfikir jauh menerawang dan menerobos alam dunia kedalam alam akhirat, dari alam ciptaan-Nya menuju kepada sang Khalik.
AliImran:190-191
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”.
Objek Tafakur
Tafakur dimulai dari yang terdekat dengan kita :
Menafakuri diri sendiri
Ruang lingkup tafakur amatlah luas, meliputi bumi langit beserta seluruh isinya bisa di jadikan sebagai objek tafakur. Namun demikian, Allah Swt tidak pernah menyulitkan makhluk-Nya. Hal apapun yang diperintahkan Allah atas makhluk-Nya, selalu di sertai dengan petunjuk atau jalan yang bertujuan untuk selalu memberi kemudahan kepada hambanya. Dalam hal bertafakur, Allah memberi jalan seperti yang tertuang di dalam Alqur’an surah Adz-Dzariyat (51) : 27 :“Dan pada dirimu sendiri apakah kamu tidak memperhatikan?”, atau surah Adz-Dzariyat (51) : 20-21.
Jadi objek tafakur yang paling dekat dengan kita adalah menafakuri diri kita sendiri. Ini sangat besar manfaatnya, karena hal ini merupakan sumber pengetahuan yang akan mengantarkan diri mengenal Allah (Marifatullah) sebagai Zat yang menciptakan kita. Dalam menafakuri diri kita, kita bisa napak tilas ke belakang saat kita belum dilahirkan. Bagaimana Allah menciptakan kita seperti kita sekarang ini, ada yang menjadi pengusaha, ustadzah, ibu rumah tangga, dokter dan lain sebagainya. Bukankah asal mula kita di ciptakan Allah dari setetes mani,
Surah Qiyamah 37-38 : Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan kedalam rahim. Kemudian mani itu menjadi segumpal darah/suatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya. Firman Allah lainnya yang berkaitan tentang asal muasal manusia ini terdapat juga di dalam surah, Abasa: 17-22. Ar-Rum:20. Al-Mursalat:20-22. Yasin :77. Al-Insan : 2. Al-Mu’minun:12-14.
Maka mari renungkan diri kita berpuluh puluh tahun yang lalu, saat kita masih belum dilahirkan kedunia ini, atau saat kita masih berbentuk setetes air mani yang dihasilkan dari buah kasih kedua orang tua kita. Lalu bagaimana proses dari setetes mani itu menjadi segumpal darah atau janin dalam rahim ibu kita, kemudian janin tersebut terus berproses dan berkembang menjadi seorang bayi yang siap di lahirkan. Sampai akhirnya kita tumbuh dewasa seperti saat ini, semua itu merupakan objek tafakkur yang menjadi bukti nyata akan keajaiban, kebijaksanaan dan keagungan Allah swt.
Objek Alam Semesta
“Sekadar aku keluar dari rumah dan apa yang tertangkap oleh mataku, pasti aku melihat bahwa ada nikmat Allah atasku dari apa yang ku lihat. Dan dari sana aku memetik pelajaran
untuk ku (Abu Sulaiman Ad Darani seorang shalih dari generasi Tabiin)
Bila kita telah selesai mentafakuri keagungan Allah atas apa yang ada di diri kita, maka kita bisa mulai mentafakuri ciptaan Allah lainnya, yang bermilyar bahkan trilyunan jumlahnya atau bahkan tak terbatas jumlahnya, meliputi tumbuhan, daratan, laut, udara bahkan semua ciptaan yang ada di angkasa raya, meliputi bintang, bulan, matahari dan lain sebagainya. Semesta kreasi Allah SWT yang sempurna dengan berbagai hukumnya yang banyak tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia, pasti tidaklah muncul dengan sendirinya.
Waktu Tafakur
Waktu untuk melakukan tafakur bisa kapan saja dan dimana saja, firman Allah dlm surah Ali Imran:191 “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”.
Tetapi waktu tafakur yang paling afdal adalah saat tengah malam. Berzikir di suasana lengang, hening, sunyi senyap, dan disaat saat kesendirian kita, bisa membawa kita ke suasana syahdu hingga bisa menciptakan suasana romantisme antara seorang hamba dan sang Khaliknya.
Tujuan/Manfaat Tafakur sekaligus kesimpulan
Tafakur dilakukan oleh seorang hamba bertujuan dalam rangka mengenal ma’rifatullah kepada Zat Allah, sifat-sifatnya serta nama-namaNya. Diriwayatkan Ibunu Abbas bahwa suatu hari Rasul SAW menemui suatu kaum yang sedang bertafakur. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak berkata kata? “Mereka menjawab, “Kami sedang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT.” Beliaupun bersabda, “Kalau begitu lakukanlah. Pikirkanlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan memikirkan Zat-Nya, karena kamu tidak akan sanggup memikirkannya”.
Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaannya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya. Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Allah dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Allah, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Khalik-Nya.
Jika kita merutinkan tafakur, maka akan muncul kesempuranaan dalam keberagamaan kita. Siapa saja yang melakukannya dengan baik, maka ia akan beroleh kebaikan yang besar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, tidak ada ibadah yang sepenting tafakur. Sebab tafakur itu pelita kalbu. Bila ia pergi, tiada cahaya yang menerangi. Tafakur akan menjadikan hatimu hidup, sinarnya akan menerangi seluruh jiwa dengan keimanan dan keyakinan
2 komentar:
Lucky Eagle Casino & Hotel - Fort Lauderdale
The Lucky 프로미넌스 포커 Eagle 하하포커머니상 Casino & 울산 대딸 Hotel - 강원 랜드 칩 걸썰 Fort Lauderdale offers the ultimate destination in East Coast hospitality, featuring luxurious guest rooms, great dining options, 바카라 규칙 and endless
Harrah's Hotel & Casino Chester, Chester, PA - MapYRO
Find 상주 출장안마 out 계룡 출장마사지 the location of Harrah's Hotel 익산 출장안마 & Casino Chester, 여주 출장샵 PA in Chester, United States 구리 출장마사지 of America - MapYRO is a free driving
Posting Komentar